ASEP IRYANTO - Kumpulan Cerita dan Puisi

Home
Artikel Pendidikan
Kumpulan Cerita dan Puisi
Contact
Buku Tamu
ISI DATA DIRI
INFORMATTION
POLING
Berita Terbaru



 


SENJA YANG TERBUANG


Saat aku mengadah kelangit 
terlihat cahaya terkubur dalam selaput putih
Mengantarkan kepanikan sebuah hantaran angin yang sepi
disanalah tercipta sebuah hayalan yang terbuang
kemanakah sebuah gurun tergantung di langit ?
ataukah .......................sang penguasa jagat kehilangan cahaya ?
Aku terdiam bisu tak terduga......
menyentak sebuah hayal yang telah sirna dan terbuang jauh pada lorong kecil nanpenat


Kembali ku torehkan cahaya ke pada sebuah mimpi yang hilang...
kucoba melirik dunia yang pernah hilang....
tapi sesuatu membungkam detak jantung yang tergusur 

Wahai langit keberadaban apakah yang kau inginkan terhadap bumi yang telah nestapa ?
Wahai langit benarkan engkau sudah tidak mau memahami bumi yang terbuang
Mungkinkah keadilan akan terjadi pada bumi yang terhempas...
mungkinkan keadilan dan ataukah kenistaan pada penduduk bumi yang saatnya berjaya..
lailaha ilallah
tiada tuhan selain allah
ALLAHU AKBAR
ALLAHU AKBAR

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Mencari jejak yang kini hilang
 Peradaban itu dulu pernah ada. Tapi kini telah menjadi sebuah bunga mekar yang menjadi dinding-dinding keajaiban maha pencipta..disanalah orang bergeming milikilah itu...tapi kini sebuah mimpi menabur pada sebuah keindahan yang tak pernah di tangani..
 Jejak sang petualang kembali menapaki jalan penuh liku dan penuh rintangan. Pada sebuah landai terlihat sebuah kerikil tajam menopang tanah-tanah yang mudah runtuh..orang menganggap kerikil itu adalah sebuah ancaman bahkan mampu menjadi sebuah bencana..tetapi sang petualang tersebut menganggap bahwa itu bukanlah sebuah ancaman ataupun bahaya. Tetapi sebuah penopang kehidupan yang mampu melindungi orang untuk terhindar dari sebuah bencana...
 Kulirik kesebalah timur dimana sang pencipta menggiring sebuah bulatan bundar yang mampu menjadikan manusia lebih bermakna. Disebelah timur tersebut terletak sebuah letupan tawa dan riang sang anak. Tawa itu muncul dibawah sang penopang yang orang lain menggap bahwa itu adalah bahaya tetapi bagi sang anak kerikil itu adalah lintasan kehidupan dan teman dalam sebuah ritme nyanyian menuju arah kedewasaan.
Orang selalu menilai sesuatu dari bahaya atau tidaknya sesuatu, tanpa melihat bermanfaat atau tidaknya benda itu....

 

Kabar gembira pada tanggal 22 November 2008 akan diadakan launching website jur adpend dan temu alumni. di Auditorium FPMIPA UPI Pukul 08.00-13.00 dimohon doa dan kehadiran dan bantuannya tuk kelancaran tersebut.info lebih lanjut dapat menghubungi Cepi triatna di 08122399262/022-2005370 atau email ke cepi79@yahoo.com insya allah untuk masa depan jurusan kita yang lebih baik...datang yah teman-teman...teruskan informasi iniketemen-temen adpend yang lain waslm.

ALUMNI ADPEND FIP UPI KIRIMKAN EMAIL/DATA PRIBADI KE : iryanto01@yahoo.co.id
(untuk memudahkan komunikasi antar alumni)
Asep Iryanto.

Jangan pernah merasa tenang ketika disekelilingmu masih ada yang masih mencari sesuap nasi dengan tangan berada di bawah kaki

Web: www.iryanto.page.tl
blog: http://asepadpend.wordpress.comblok jejaring http://profiles.friendster.com/68452650gruo bolg adpend http://www.friendster.com/group/tabmain.php?gid=2089139

Today, there have been 1 visitors (1 hits) on this page!
This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free